Kepala Imigrasi Batam Dicopot, 5 Pejabat Diperiksa Terkait Dugaan Pungli WNA
Kepala Imigrasi Batam Dicopot, 5 Pejabat Diperiksa Pungli

Kepala Imigrasi Batam Dicopot, Lima Pejabat Diperiksa Terkait Dugaan Pungli WNA

Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa warga negara Singapura di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepulauan Riau. Hajar Aswad beserta beberapa pejabat lainnya telah dipindahkan ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan internal yang lebih mendalam terkait insiden ini.

Proses Pemeriksaan Internal Dilakukan Secara Ketat

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Ujo Sutejo, menegaskan bahwa pencopotan Hajar Aswad merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dan pendalaman kasus oleh Direktorat Patnal. "Betul, (Kepala Kantor Imigrasi Batam) ditarik ke pusat untuk penugasan sementara dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut. Ini bagian dari tanggung jawab organisasi dan pendalaman oleh Direktorat Patnal," jelas Ujo Sutejo pada Jumat, 3 April 2026.

Selain Hajar Aswad, terdapat empat pejabat lain dari Imigrasi Kota Batam yang turut ditarik ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan. Mereka terdiri dari kepala bidang, kepala seksi, supervisor, serta satu orang petugas Imigrasi yang diketahui berinisial JS. "Total lima orang, mulai dari Kakanim, Kabid, Kasi, supervisor, dan satu staf berinisial JS," tambah Ujo Sutejo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Terperiksa dan Tindakan Non-job untuk Petugas JS

Menurut penjelasan resmi, kelima pejabat tersebut masih berstatus sebagai terperiksa dan sedang menjalani proses pendalaman di Jakarta. Namun, terdapat perlakuan khusus untuk petugas berinisial JS yang telah dinonaktifkan dari jabatannya. "Statusnya masih terperiksa (semuanya) karena pemeriksaan lebih lanjut dilakukan di pusat. Untuk JS, saat ini non-job atau sudah tidak bertugas di pelabuhan," papar Ujo Sutejo.

Proses pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran dugaan pungli yang terjadi di pelabuhan internasional tersebut. Pihak berwenang berkomitmen untuk menindak tegas setiap oknum yang terbukti melanggar aturan dan merusak citra institusi imigrasi.

Koordinasi Sementara Dipimpin Langsung oleh Kepala Kanwil

Sementara menunggu penunjukan pengganti resmi untuk posisi Kepala Kantor Imigrasi Batam, Ujo Sutejo mengaku akan langsung memimpin koordinasi internal dan pengendalian operasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengawasan dan pelayanan publik di Imigrasi Batam tetap berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan.

"Belum ada pengganti. Sementara untuk pengawasan dan pengendalian di Imigrasi Batam, saya yang pimpin langsung," tegas Ujo Sutejo. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menjaga stabilitas pelayanan imigrasi meskipun sedang terjadi proses pemeriksaan internal yang cukup signifikan.

Kasus dugaan pungli ini menjadi perhatian serius mengingat terjadi di pelabuhan internasional yang menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan dan pelaku bisnis asing. Pemeriksaan yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi momentum perbaikan sistem pelayanan imigrasi di Batam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga