Kapal Induk Ketiga AS USS George H.W. Bush Tiba di Timur Tengah
Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah

Washington DC - Satu lagi kapal induk Amerika Serikat (AS), USS George H.W. Bush, telah tiba di kawasan Timur Tengah. Kapal induk ini menjadi yang ketiga yang kini beroperasi di wilayah tersebut, menambah kekuatan angkatan laut AS di tengah ketegangan dengan Iran.

Kedatangan USS George H.W. Bush

Kedatangan kapal induk ketiga AS ini diumumkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Kamis (23/4/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan melalui media sosial X, CENTCOM melaporkan bahwa USS George H.W. Bush berlayar "di Samudra Hindia di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS pada 23 April." CENTCOM juga menyertakan foto kapal induk tersebut dengan jet tempur memenuhi dek kapal.

Kapal induk kelas Nimitz ini berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia, AS, pada akhir Maret lalu. Perjalanannya mencapai kawasan Timur Tengah setelah mengarungi Tanjung Harapan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengerahan Tiga Kapal Induk

USS George H.W. Bush bergabung dengan dua kapal induk AS lainnya yang sudah berada di kawasan tersebut. USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, beroperasi di Laut Merah. Kapal ini sempat berlayar ke Kroasia untuk perbaikan setelah kebakaran di ruang laundry pada 12 Maret lalu, namun kini telah kembali beroperasi. Sementara itu, USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab bagian utara.

Setiap kapal induk AS berlayar dengan didampingi kelompok kapal perang pendukung. USS George H.W. Bush didampingi oleh kapal perusak USS Mahan dan USS Winston S. Churchill.

Latar Belakang Konflik

Pengerahan tiga kapal induk ini terjadi saat gencatan senjata lebih dari dua minggu yang menghentikan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Namun, negosiasi gencatan senjata dengan Iran mengalami kebuntuan. Kehadiran tiga kapal induk sekaligus menandai konsentrasi signifikan kekuatan angkatan laut AS di Timur Tengah.

Pada 13 April lalu, AS secara resmi mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. CENTCOM melaporkan sedikitnya 33 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran sejak blokade dimulai.

Pengerahan ini mempertahankan kehadiran angkatan laut AS yang besar di tengah kebuntuan negosiasi dan konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga