WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Global, 131 Tewas di Kongo
WHO Nyatakan Ebola Darurat Global, 131 Tewas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Pernyataan ini dikeluarkan setelah tercatat setidaknya 131 orang meninggal dunia akibat virus tersebut, sementara lebih dari 513 orang diduga terinfeksi.

Penyebaran ke Uganda

Virus Ebola telah menyebar ke luar perbatasan Kongo. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan dua kasus terkonfirmasi di Uganda, dengan satu kematian. Seorang pria berusia 59 tahun yang meninggal pada Kamis (14/05) dinyatakan positif Ebola. Pemerintah Uganda menyebut pria tersebut warga negara Kongo yang jenazahnya telah dipulangkan.

Galur Bundibugyo dan Risiko

WHO mengidentifikasi bahwa wabah ini disebabkan oleh galur Bundibugyo, yang belum memiliki vaksin atau obat yang disetujui. Risiko penyebaran dinilai tinggi di tingkat lokal dan regional, dengan potensi menjadi "jauh lebih besar" dari yang terdeteksi saat ini. Situasi keamanan yang tidak stabil, krisis kemanusiaan, mobilitas penduduk tinggi, dan banyaknya fasilitas kesehatan informal di wilayah perkotaan memperparah risiko penyebaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Penanganan

WHO merekomendasikan pembentukan pusat operasi darurat di Kongo dan Uganda untuk memantau, melacak, dan menerapkan langkah pencegahan infeksi. Kasus terkonfirmasi harus segera diisolasi dan dirawat hingga dua tes virus menunjukkan hasil negatif dengan selang waktu 48 jam. Negara-negara tetangga seperti Rwanda telah memperketat pemeriksaan perbatasan sebagai langkah pencegahan.

Ancaman bagi Negara Tetangga

Negara-negara yang berbatasan dengan Kongo, seperti Uganda, Sudan Selatan, dan Rwanda, dianggap berisiko tinggi karena faktor perdagangan dan perjalanan. Dr Amanda Rojek dari Pandemic Sciences Institute Universitas Oxford menegaskan bahwa meskipun risiko global kecil, situasi ini kompleks dan memerlukan koordinasi internasional.

Sejarah dan Dampak

Ebola pertama kali ditemukan pada 1976 di wilayah yang kini menjadi Kongo. Sejak saat itu, telah terjadi 17 wabah di negara tersebut. Wabah paling mematikan terjadi pada 2018-2020, dengan hampir 2.300 kematian. Tingkat kematian rata-rata Ebola mencapai sekitar 50%, menurut WHO.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan adanya ketidakpastian signifikan mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi dan penyebaran geografis wabah. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa negara di luar wilayah terdampak tidak perlu menutup perbatasan atau membatasi perjalanan dan perdagangan karena langkah tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga