Bencana banjir bandang melanda dua desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 26 rumah mengalami kerusakan dan 155 jiwa terdampak langsung.
Penyebab Banjir Bandang
Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Material seperti bebatuan dan kayu gelondongan terbawa arus dan menyumbat jembatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menjelaskan bahwa sumbatan tersebut menyebabkan air, kayu, dan lumpur meluap ke pemukiman warga serta menutupi jalan nasional.
Dampak Kerusakan
Berdasarkan data BPBA, sebanyak 4 rumah warga mengalami rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 7 rumah rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, akses jalan nasional Kutacane-Medan sempat lumpuh hingga Minggu pagi akibat genangan lumpur dan material.
Penanganan Pasca Bencana
Tim BPBD segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan menggunakan satu alat berat. Pada Minggu siang, akses jalan nasional sudah dapat dilalui kembali, meskipun masih licin akibat sisa lumpur. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas. Air di pemukiman mulai surut, dan warga yang terdampak telah mendapatkan bantuan awal.
Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di wilayah rawan banjir bandang. Pemerintah daerah terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana susulan.



