Menteri Pertahanan Targetkan 2026 Seluruh Daerah di Jawa Dikawal Satu Batalyon Pembangunan
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Pulau Jawa akan mendapatkan pengawalan dari satu Batalyon Teritorial Pembangunan pada tahun 2026. Target ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026.
Sjafrie menjelaskan bahwa setiap tahunnya ditargetkan pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan untuk memenuhi kebutuhan 514 kabupaten di seluruh Indonesia. "Insyaallah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan," ujarnya.
Batalyon Teritorial Pembangunan terdiri dari beberapa kompi, antara lain kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kesehatan, dan kompi zeni. "Di batalyon ini memang intinya adalah batalyon pertempuran, tapi dilengkapi dengan TP, singkatan dari Teritorial Pembangunan," kata Sjafrie.
Ia mengklaim keberadaan batalyon ini telah memberikan dampak positif di daerah, terutama dalam menekan angka kriminalitas. "Tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan. Begal, kriminal besar sekali. Setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan dan kemampuan, begal kriminal hilang di atas 50 persen," jelasnya.
Selain patroli, kehadiran prajurit juga mendorong perekonomian desa. "Gaji paling kecil prajurit Rp6 juta per orang. Kalau seribu orang dalam satu batalyon dan belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti Rp1 miliar di desa dan kecamatan. Itu menimbulkan UKM," tambahnya.



