Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri langsung Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu, 20 Mei 2026. Kehadiran tersebut bertujuan untuk menyatukan pandangan dan kekuatan dalam menjaga perekonomian bangsa.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional
Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo bertepatan dengan perayaan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei. Tanggal ini memperingati berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. "Tanggal 20 Mei adalah hari kebangkitan nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," kata Pras melalui pesan singkat pada Selasa, 19 Mei 2026.
Penyampaian KEM dan PPKF
Dalam paripurna tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) untuk RAPBN 2027. Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa Prabowo akan menjadi presiden pertama yang menyampaikan hal tersebut secara langsung di paripurna. "Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya," kata Dasco kepada awak media saat meninjau ruang paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Praktik Ketatanegaraan
Dasco menjelaskan bahwa dalam praktik ketatanegaraan, tidak ada aturan yang mengharuskan presiden hadir langsung dalam paripurna DPR. Presiden dapat diwakili oleh menteri terkait. Namun, tidak ada pula larangan bagi presiden untuk hadir dan menyampaikan pidato secara langsung. Saat ditanya lebih lanjut, Dasco tidak mengungkap alasan spesifik Presiden Prabowo ingin hadir langsung.
Agenda Paripurna
Rapat paripurna direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB. Presiden Prabowo akan berpidato selama 45 menit. Selain penyampaian pidato presiden, paripurna juga akan menetapkan RUU Polri sebagai usul inisiatif Komisi III DPR.



