Wali Kota Medan Rico Waas akhirnya buka suara terkait kepergiannya ke luar negeri yang menuai sorotan. Ia mengaku tengah menjalani pengobatan di luar negeri, sebuah agenda yang telah direncanakan sejak jauh hari dan dilaksanakan bertepatan dengan masa libur.
"Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat," kata Rico dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026).
Rico menegaskan bahwa keberangkatannya telah dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia mengakui komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum berjalan optimal, sehingga laporan perjalanan tersebut langsung disampaikan ke pemerintah pusat. "Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut," ujarnya.
Ia juga membantah penggunaan anggaran pemerintah dalam perjalanan ini. Seluruh biaya pengobatan dan perjalanan, menurut Rico, ditanggung secara pribadi. "Ya, saya tidak menggunakan APBD dalam perjalanan ini, dan murni menggunakan dana pribadi," tegasnya.
Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa kepergiannya ke luar negeri bukan hanya untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi juga untuk mengambil obat-obatan yang rutin dikonsumsinya dan kini telah habis. "Jadi, saya berangkat ke luar negeri khusus untuk berobat sekaligus mengambil obat yang sudah habis saya konsumsi. Saya mohon maaf dalam hal ini," ujarnya.
Meski tengah menjalani pengobatan, Rico memastikan roda pemerintahan di Medan tetap berjalan normal. Ia terus memantau perkembangan kota dan berkoordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). "Selama berobat setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan, dan meminta kepada para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan yang kita cintai bersama," ujarnya.
Rico menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan tetap berkomitmen mendukung seluruh program strategis nasional dan menjaga sinergi dengan pemerintah pusat maupun provinsi. "Kami menyadari bahwa dibutuhkan sinergitas dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, untuk menyejahterakan masyarakat kita," katanya.
Sebelumnya, Rico tidak hadir dalam peresmian nasional operasional 1.061 Koperasi Merah Putih secara virtual yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5). Ketidakhadirannya menuai sorotan. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan bahwa awalnya Rico hanya menyampaikan perjalanan ke luar kota, namun setelah dicek ternyata ke luar negeri. "Katanya keluar kota, tapi dicek keluar negeri," kata Bobby usai mengikuti acara tersebut.
Bobby menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak bepergian ke luar negeri tanpa izin, termasuk untuk kepentingan pribadi atau liburan. "Bapak Presiden sudah sampaikan, tidak boleh. Keluar negeri tanpa izin, walaupun liburan, tidak boleh," tegas Bobby. Ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. "Nanti akan kita koordinasikan dengan Kemendagri," ujarnya.



