Uya Kuya Laporkan Akun Media Sosial yang Sebarkan Hoaks Dapur MBG
Uya Kuya Laporkan Akun Medsos Sebar Hoaks Dapur MBG

Uya Kuya Ambil Tindakan Hukum Atas Tudingan Hoaks Dapur Makanan Bergizi Gratis

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus pembawa acara terkenal, Uya Kuya, resmi menempuh jalur hukum untuk menangani kasus penyebaran informasi palsu yang menyerang dirinya. Beberapa akun media sosial baru-baru ini menyebarkan tuduhan bahwa Uya Kuya memiliki 750 unit dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), sebuah klaim yang dibantah keras olehnya.

Dalam pernyataannya yang dikonfirmasi pada Senin, 20 April 2026, Uya Kuya mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan sejumlah akun dari berbagai platform, termasuk Instagram, X (sebelumnya Twitter), Facebook, dan Threads. Ia menegaskan bahwa laporan ini juga mencakup akun-akun yang sudah dihapus, menunjukkan komitmennya untuk menindak tegas pelaku penyebar hoaks.

Motivasi di Balik Langkah Hukum

Uya Kuya menjelaskan bahwa keputusannya untuk melaporkan akun-akun tersebut didorong oleh dua alasan utama. Pertama, ia merasa bahwa tuduhan-tuduhan ini telah mengganggu ketenangan dan reputasinya. Kedua, ia ingin memberikan efek jera kepada para pelaku, sehingga dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Karena kalau dibiarkan terus-terusan hoaks seperti ini, bakal jadi kebiasaan," tegas Uya Kuya. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatirannya bahwa membiarkan informasi palsu beredar tanpa tindakan akan menormalisasi praktik hoaks, yang dapat merusak lingkungan digital dan kepercayaan publik.

Dampak dan Konteks Tuduhan

Tuduhan mengenai kepemilikan 750 dapur MBG ini muncul di tengah isu-isu sosial yang sensitif, di mana program Makanan Bergizi Gratis sering dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam menangani masalah gizi dan kemiskinan. Uya Kuya, sebagai figur publik dan anggota DPR, menekankan bahwa ia tidak terlibat dalam kepemilikan skala besar seperti yang dituduhkan.

Langkah hukum ini bukan kali pertama Uya Kuya menghadapi fitnah. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi korban tuduhan palsu terkait renovasi rumahnya, yang menunjukkan pola serangan yang berulang terhadap dirinya. Dengan melaporkan kasus ini, ia berharap dapat mengirim pesan kuat bahwa penyebaran hoaks tidak akan ditoleransi, sekaligus melindungi integritasnya di mata masyarakat.

Insiden ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam berbagi informasi di media sosial, serta peran hukum dalam menjaga kebenaran dan keadilan di ruang digital. Uya Kuya berkomitmen untuk terus memantau situasi dan mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan, demi memastikan bahwa kebenaran tetap terjaga dan hoaks tidak merajalela.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga