Wacana menjadikan Bandara Kertajati di Jawa Barat sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat Hercules/C-130 se-Asia kembali mencuat. Rencana ini pertama kali diungkap Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat dengan Komisi I DPR RI pada Selasa, 19 Mei lalu.
Penawaran dari Menteri Perang AS
Dalam rapat tersebut, Sjafrie menceritakan pertemuannya dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth pada tahun sebelumnya. Pete menawarkan agar pemeliharaan pesawat C-130 di seluruh Asia dipusatkan di Indonesia dengan biaya dari pihak Amerika Serikat. Sjafrie menyebut bahwa tawaran ini tidak ada di negara ASEAN lainnya.
Menanggapi tawaran itu, Sjafrie tidak langsung menjawab. Ia melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan mengusulkan Bandara Kertajati sebagai lokasi. "Saya lapor Bapak Presiden, kasih Kertajati. Kita sedang bekerja untuk itu," ujarnya.
Alasan Pemilihan Kertajati
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa Bandara Kertajati dipilih karena memiliki lahan yang luas dan fasilitas penerbangan yang memadai. Ia menegaskan bahwa rencana ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas MRO pesawat Hercules/C-130 di Indonesia.
"Yang disampaikan Bapak Menhan di rapat dengan Komisi I DPR RI pada prinsipnya adalah adanya penjajakan pengembangan kapasitas MRO pesawat Hercules/C-130 di Indonesia, dengan Kertajati menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan karena memiliki lahan luas dan fasilitas penerbangan yang memadai," kata Rico saat dihubungi pada Jumat, 22 Mei.
Rico juga menekankan bahwa rencana ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan dan aviasi nasional. Indonesia diharapkan memiliki kemampuan perawatan pesawat angkut strategis yang lebih mandiri dan dapat berkembang menjadi hub regional secara bertahap. "Jadi ini lebih kepada pengembangan kemampuan teknis dan industri, bukan pembangunan pangkalan militer asing," tegasnya.
Tahap Awal Pembahasan
Rico mengakui bahwa pembahasan rencana ini masih berada pada tahap awal. Seluruh proses akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dan kedaulatan Indonesia, serta mengikuti mekanisme pemerintah yang berlaku.
Dukungan dari Kemenhub
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa lahan di Bandara Kertajati mencukupi untuk pusat MRO pesawat Hercules. "Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," kata Dudy.
Menurut Dudy, pengembangan Kertajati sebagai pusat MRO merupakan salah satu program yang telah dirintis pemerintah sejak tahun lalu. Pengembangan ini tidak hanya terbatas pada pesawat Hercules, tetapi juga berbagai jenis armada lainnya. Salah satu rencana yang sudah berjalan adalah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Perusahaan tersebut saat ini telah mulai melakukan perencanaan terkait proyek tersebut. "Kalau nggak salah tahun kemarin sudah mulai digagas, di antaranya dari PT GMF akan membangun pusat MRO untuk helikopter," ujarnya.



