Pemerintah Inggris menyatakan terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas keamanan Amerika Serikat (AS) menyusul insiden penembakan yang terjadi di jamuan makan malam Gedung Putih yang dihadiri Presiden Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Raja Inggris King Charles III ke Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Prioritas Keamanan Kunjungan Raja Charles
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa aspek keamanan dalam kunjungan tersebut menjadi prioritas utama, terutama setelah peristiwa penembakan yang memicu evakuasi Trump dan Ibu Negara Melania Trump dari lokasi acara. Seorang pejabat senior Inggris, Darren Jones, mengatakan koordinasi intensif telah dilakukan antara pemerintah Inggris, Istana Buckingham, dan pihak keamanan Amerika Serikat.
Koordinasi Antarlembaga
Jones menjelaskan bahwa tim keamanan dari kedua negara telah bekerja sama untuk mengevaluasi situasi dan memastikan protokol keamanan yang ketat diterapkan selama kunjungan raja. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi ancaman yang mungkin timbul pasca-insiden penembakan di Gedung Putih.
Pemerintah Inggris juga mengapresiasi respons cepat dari otoritas AS dalam menangani insiden tersebut. Mereka berharap koordinasi yang baik dapat menjaga kelancaran kunjungan kenegaraan yang telah direncanakan sejak lama.



