Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz pada Selasa (5/5) waktu setempat. Serangan yang belum diketahui sumbernya itu menyebabkan kerusakan pada kapal dan melukai sejumlah awak kapal.
Laporan Perusahaan Pelayaran
Perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, melaporkan bahwa kapal mereka, CMA CGM San Antonio, menjadi sasaran saat melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataannya pada Rabu (6/5), perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa beberapa awak kapal mengalami cedera dan kapal mengalami kerusakan. Para awak yang terluka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Latar Belakang Konflik
Insiden ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi militer bernama "Project Freedom" untuk mengawal kapal-kapal yang meninggalkan Selat Hormuz. Namun, pada Selasa (5/5), Trump mengumumkan penghentian sementara operasi tersebut dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Iran menolak menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dan menggunakan jalur perairan itu sebagai alat tawar-menawar dalam konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Dampak pada Pelayaran Global
Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis untuk pasokan minyak dan gas global, telah sangat terganggu sejak perang berkecamuk. Iran secara efektif membatasi perlintasan di jalur vital tersebut, yang mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.



