Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, TNI Naikkan Pangkat Jadi Kopda
Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Naik Pangkat Jadi Kopda

Jakarta - Praka Rico Pramudia menjadi salah satu prajurit TNI yang gugur di Lebanon saat menjalankan misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). TNI memberikan kenaikan pangkat bagi Rico secara anumerta.

Kenaikan Pangkat Anumerta

"Dinaikkan pangkatnya," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Sabtu (25/4/2026). Rico yang sebelumnya berpangkat Praka, diberikan kenaikan pangkat menjadi Kopda. Hal ini tertulis dalam keterangan dari Puspen TNI.

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon," demikian keterangan Puspen TNI melalui akun Instagram @puspentni.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Puspen TNI menyatakan bahwa pengabdian, keberanian, dan dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit dan bangsa Indonesia. Puspen TNI mengungkapkan bahwa jasa dan pengorbanan para personel TNI tersebut abadi untuk negeri.

Duka Mendalam dari TNI

"Gugurnya beliau adalah kehilangan besar, namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia," kata Kapuspen. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tambahnya.

Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Praka Rico Pramudia (31) tutup usia saat dirawat setelah terluka parah akibat serangan di Lebanon selatan akhir bulan lalu. Tercatat empat prajurit TNI yang gugur saat menjalani tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Gugurnya Praka Rico disampaikan UNIFIL melalui akun X @UNIFIL_. UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan Praka Rico Pramudia serta TNI dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia.

"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian keterangan UNIFIL. Serangan ke markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan terjadi saat meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Sehari kemudian, Senin (30/3), PBB mengonfirmasi lagi dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB ini dikecam keras oleh sejumlah pihak. Bahkan dapat dianggap sebagai kejahatan perang jika dilakukan secara sengaja.

"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian pernyataan UNIFIL.

Daftar Prajurit TNI yang Gugur dan Terluka

Keempat prajurit TNI yang gugur:

  • Praka Farizal Rhomadhon
  • Praka Rico Pramudia
  • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
  • Sertu Muhammad Nur Ikhwan

Empat prajurit TNI terluka:

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
  • Praka Bayu Prakoso
  • Praka Arif Kurniawan
  • Dua orang prajurit TNI luka akibat ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL pada Senin (30/3) di Bani Hayyan di Lebanon Selatan.