Rusia dan Belarusia Gelar Latihan Nuklir di Tengah Kebuntuan dengan NATO
Rusia-Belarusia Latihan Nuklir di Tengah Ketegangan dengan NATO

Rusia dan Belarusia menggelar latihan nuklir bersama pada Senin (18/5) di tengah kebuntuan dengan aliansi militer NATO dan Amerika Serikat (AS) terkait pengendalian senjata nuklir. Latihan ini dilakukan setelah Rusia mengerahkan Oreshnik, rudal hipersonik berkemampuan nuklir terbaru, ke Belarusia sejak tahun lalu, yang meningkatkan persaingan antara Moskow dengan negara-negara Barat.

Pernyataan Kementerian Pertahanan Belarusia

Kementerian Pertahanan Belarusia dalam pernyataannya menegaskan bahwa latihan nuklir itu tidak secara khusus menargetkan negara ketiga. "Selama latihan, telah direncanakan untuk mempraktikkan isu-isu terkait pengiriman amunisi nuklir dan persiapan penggunaannya dalam kerja sama dengan pihak Rusia," sebut Kementerian Pertahanan Belarusia. Latihan yang telah dijadwalkan sebelumnya itu, menurut mereka, "tidak ditujukan terhadap negara ketiga dan tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan di kawasan tersebut."

Keterlibatan Pasukan Udara dan Rudal

Ditambahkan oleh Kementerian Pertahanan Belarusia bahwa pasukan udara dan pasukan rudal dilibatkan dalam latihan nuklir gabungan tersebut. Belarusia, yang diperintah selama lebih dari 30 tahun oleh Alexander Lukashenko, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, sangat bergantung pada Moskow secara ekonomi dan militer.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi Ukraina dan Retorika Nuklir Rusia

Latihan nuklir ini digelar setelah pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan pasukan militernya untuk memperkuat perbatasan dengan Belarusia di sebelah utara, dengan alasan Rusia sedang mempersiapkan serangan baru dari sana. Zelensky menyebut Moskow, yang menggunakan Belarusia sebagai pangkalan untuk invasinya pada tahun 2022, ingin menyeret negara bekas Uni Soviet itu lebih dalam ke perang.

Putin, yang menghadapi serangkaian kemunduran dalam invasi yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, telah berulang kali menggunakan retorika nuklir ketika Barat meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina. Pekan lalu, Moskow menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Uji coba itu dilakukan beberapa bulan setelah perjanjian pembatasan nuklir dengan AS berakhir.

Berakhirnya Perjanjian New START

Berakhirnya perjanjian New START pada Februari lalu secara resmi membebaskan Rusia dan AS, dua kekuatan nuklir terbesar di dunia, dari sejumlah pembatasan. Hal ini semakin memperumit hubungan kedua negara dalam hal pengendalian senjata nuklir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga