Satpol PP Tertibkan 8 Manusia Gerobak di Mampang Prapatan, Mayoritas Lansia
Satpol PP Tertibkan 8 Manusia Gerobak di Mampang Prapatan

Jakarta - Keberadaan manusia gerobak dan pengemis atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memenuhi kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah mengamankan delapan orang dan membawa mereka ke Panti Sosial di Jakarta Barat.

Penertiban di Malam Hari

Dalam video yang beredar luas di media sosial, para pengemis terlihat menggelar tikar atau spanduk sebagai alas duduk di trotoar jalan. Mereka berjajar mulai dari sekitar Halte Mampang Prapatan hingga ke arah Warung Buncit. Para pengemis tersebut menunggu orang yang memberikan uang atau barang. Aktivitas ini biasanya dimulai pada malam hari.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi, menyatakan bahwa anggotanya telah melakukan penertiban pada Rabu, 13 Mei 2026. Satpol PP kemudian mengamankan delapan orang untuk dibawa ke Panti Sosial. "Satpol PP membawa delapan orang PPKS kepada Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, guna pelayanan dan penanganan lanjutan," ujar Satriadi dalam keterangannya, Jumat, 14 Mei 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mayoritas Lansia dari Berbagai Daerah

Delapan PPKS yang diamankan tersebut sebagian besar merupakan lanjut usia (lansia). Mereka adalah Suwino (74) asal Tegal, Udin (63) asal Brebes, Waskam (73) asal Kuningan, Budi Cahyono (61) asal Kediri, Slamet Basuki (65) asal Jakarta, Umardani (56) asal Jakarta, Juni Marlis (45) asal Padang, dan Abdul Hadi (61) asal Jakarta.

Keluhan Warga dan Tindakan Lanjutan

Sebelumnya, warga Mampang Prapatan sempat mengeluhkan maraknya fenomena manusia gerobak di pinggir jalan. Petugas dari pemerintah daerah sudah sering menangani keberadaan mereka. Kepolisian juga turun tangan dengan memberikan imbauan agar kepentingan publik tidak terganggu. Terlebih, para pengemis dan manusia gerobak itu kerap berada di trotoar hingga mengganggu pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga