TNI angkat bicara mengenai insiden ledakan yang melukai empat warga sipil di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. TNI dengan tegas menyatakan tidak terlibat dalam ledakan tersebut.
Pernyataan Resmi TNI
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan penyesalan atas pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuding TNI-Polri sebagai pelaku. "Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," kata Wirya dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (18/5/2026).
Proses Verifikasi di Lapangan
Wirya menjelaskan bahwa tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lokasi kejadian. Granat yang ditemukan di tempat kejadian memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan standar yang digunakan TNI. "TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah. TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," tegasnya.
Imbauan untuk Tidak Menyebarkan Informasi Tidak Terverifikasi
TNI mengimbau semua pihak agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama isu-isu yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. "Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua. Satgas Koops Habema terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah aksi serupa terulang," beber Wirya.
Upaya Pengamanan Berkelanjutan
Satgas Koops Habema terus melaksanakan patroli dan pengamanan di wilayah Intan Jaya guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah terulangnya insiden serupa. TNI berkomitmen untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Papua.



