Negara Israel dilaporkan telah melacak warga di lebih dari 10 negara berbeda selama tiga tahun terakhir dengan memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang sudah dibangun sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh media Israel, Haaretz, berdasarkan laporan riset dari kelompok Citizen Lab.
Temuan Citizen Lab dan Haaretz
Dalam laporannya pada Minggu (3/5/2026), Haaretz menyebutkan bahwa temuan-temuan tersebut telah ditelaah dalam beberapa pekan terakhir. Upaya untuk memperbarui infrastruktur jaringan telepon yang dibangun pada tahun 1970-an agar sesuai dengan era ponsel pintar ternyata tetap membuat perangkat paling canggih sekalipun rentan terhadap pengawasan.
Dua Metode Operasi Terpisah
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelacakan tersebut menggunakan dua metode operasi yang terpisah. Metode pertama melibatkan penyusupan ke dalam jaringan telekomunikasi untuk mengakses data pengguna. Metode kedua memanfaatkan kelemahan pada infrastruktur lama untuk menyadap komunikasi.
Kelompok Citizen Lab, yang berbasis di University of Toronto, telah lama memantau praktik pengawasan siber global. Laporan ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang privasi dan keamanan data di era digital.



