Meta Pakai AI Intai Umur Pengguna, Akun Bisa Diblokir
Meta Pakai AI Intai Umur Pengguna, Akun Bisa Diblokir

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, berencana menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan menghapus akun pengguna yang berusia di bawah 13 tahun. Langkah ini diumumkan pada awal Mei 2026 sebagai upaya menciptakan pengalaman online yang aman bagi anak muda.

AI Analisis Profil dan Foto

Teknologi AI bernama Meta AI akan menganalisis seluruh profil, termasuk unggahan, komentar, bio, dan caption, untuk mencari petunjuk kontekstual seperti perayaan ulang tahun atau penyebutan tingkat kelas sekolah. Selain itu, AI juga akan mengevaluasi faktor fisik seperti tinggi badan dan struktur tulang wajah dalam foto, yang dinilai sebagian pihak invasif.

Nina Kolleck, profesor dari Universitas Potsdam, mengatakan bahwa Meta harus membuat profil data berbasis usia yang luas sebelum dapat menemukan pengguna di bawah umur. Namun, juru bicara Meta menyatakan bahwa data anak di bawah 13 tahun tidak digunakan untuk melatih AI mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kritik Terhadap Pendekatan Meta

Andy Przybylski, profesor dari Universitas Oxford, mengkritik langkah ini. Menurutnya, mengumpulkan data wajah dan perilaku anak muda secara invasif justru menciptakan daftar target iklan yang terverifikasi, bukan menjaga keamanan mereka.

Langkah Meta muncul setelah Komisi Eropa menyatakan bahwa Meta gagal mencegah anak di bawah 13 tahun menggunakan platformnya di Uni Eropa. Australia dan Indonesia baru-baru ini mengesahkan undang-undang yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Pembatasan Usia Menuai Pro dan Kontra

Para ahli seperti Stephan Dreyer dari Leibniz Institute for Media Research berpendapat bahwa regulasi seharusnya menargetkan karakteristik platform, bukan usia pengguna. Przybylski menambahkan bahwa larangan media sosial bagi remaja menggunakan logika yang sama seperti pendidikan seks berbasis abstinensi, yang tidak efektif.

Survei UNICEF Jerman pada April 2026 menunjukkan bahwa 74% remaja usia 14-16 tahun menolak larangan media sosial. Juru bicara UNICEF Jerman, Katja Sodomann, mengatakan bahwa larangan akan membatasi hak remaja untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, terutama bagi kelompok rentan.

Kekhawatiran Privasi Orang Tua

Nadia, seorang ibu dari Bremen, merasa tidak nyaman dengan AI yang menganalisis akun anak-anak. Ia khawatir Meta akan menyimpan data yang dikumpulkan, meskipun perusahaan mengklaim akan menghapus data pengguna di bawah 13 tahun.

Jika Meta AI mendeteksi akun yang diduga milik anak di bawah 13 tahun, akun tersebut akan dinonaktifkan sementara. Pengguna harus memverifikasi usia di atas 13 tahun untuk mengaktifkannya kembali; jika tidak, akun beserta datanya akan dihapus.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga