Merajut Persahabatan Indonesia-Australia Sejak Dini Lewat Pendidikan Budaya
Merajut Persahabatan Indonesia-Australia Sejak Dini

Program kunjungan Australia-Indonesia Senior Editors menyaksikan langsung siswa SD Bertram di Perth, Australia Barat, fasih berbahasa Indonesia. Mereka melafalkan angka satu hingga sepuluh dan menyapa dengan salam seperti selamat pagi, selamat datang, dan apa kabar.

Pendidikan Bahasa Indonesia di Australia Barat

Guru bahasa Indonesia di SD Bertram, Vincent Sweetman, mengaku memiliki ikatan kuat dengan Indonesia. Ia tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga budaya Indonesia. Vincent telah mengajar selama empat tahun terakhir dan sebelumnya menghabiskan lebih dari empat tahun mengajar di Jakarta.

Menurut Vincent, pemahaman lintas budaya sejak dini akan mempererat persahabatan kedua negara. Ia menekankan bahwa penguasaan bahasa asing penting untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan mencetak siswa menjadi warga dunia yang menghargai keberagaman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Alasan Bahasa Indonesia Menjadi Fokus

  • Faktor Geografi dan Pariwisata: Lokasi Perth di pesisir barat Australia membuat akses ke Indonesia, khususnya Bali, sangat cepat dan populer.
  • Faktor Kemitraan Ekonomi: Indonesia sebagai kekuatan ekonomi regional membuka peluang di bidang pendidikan, diplomasi, dan bisnis.
  • Kemudahan Belajar: Bahasa Indonesia menggunakan abjad Latin, sehingga memudahkan proses membaca dan menulis.

Kolaborasi Lintas Negara yang Beragam

Bentuk kolaborasi antara siswa dan guru dari kedua negara sangat beragam, mulai dari kunjungan rutin, perayaan Hari Kemerdekaan RI, belajar memasak hidangan Nusantara, hingga Malam Apresiasi Budaya. Untuk periode 2026-2027, enam aksi nyata dirancang:

  1. Video perkenalan bilingual tentang cerita pribadi, inklusi sosial, dan krisis iklim.
  2. Unjuk gigi permainan tradisional melalui rekaman video.
  3. Aksi lingkungan dengan mengumpulkan dan memilah sampah, serta membuat poster daur ulang.
  4. Kirim simbol persahabatan berupa karya seni buatan tangan.
  5. Kunjungan guru berlanjut untuk berbagi wawasan inklusi melalui olahraga.
  6. Praktik lintas budaya dengan memainkan permainan tradisional.
  7. Kolaborasi ini terwujud berkat program BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) yang diinisiasi Pemerintah Australia sejak 2008. Program ini telah menghubungkan lebih dari 250 pasang sekolah di Indonesia dan Australia. SD Bertram bermitra dengan SDN 023 Pajagalan di Bandung selama lebih dari 10 tahun.

    Vincent menegaskan bahwa kemitraan ini menyediakan wadah pertukaran budaya yang autentik. Dengan dukungan penuh dari KJRI dan tokoh masyarakat, benih pemahaman lintas budaya terus disemai. Kelak, anak-anak ini akan melihat lautan bukan sebagai pemisah, melainkan jalan penghubung untuk kerja sama yang lebih erat.

    Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga