Setelah puluhan tahun menabung dari hasil kerja di sawah dan kebun, Jumairah akhirnya berdiri di depan Ka’bah yang selama ini hanya ia bayangkan lewat doa-doanya. Jemaah haji lansia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, itu mengaku masih sulit melupakan momen pertama ketika melihat kiblat umat Muslim dari dekat.
Perjuangan Panjang Jumairah
“Saya senang bisa melihat Ka’bah,” katanya pada tim Media Center Haji, beberapa waktu lalu. Air mata sempat jatuh saat ia menceritakan pengalaman memandangi bangunan suci di Masjidil Haram. Perempuan yang kini berusia lebih dari 70 tahun itu beberapa kali mengusap wajahnya dengan ujung kerudung hitam yang dikenakan. “Saya berdoa mudah-mudahan bisa kembali lagi,” ujarnya.
Jumairah merupakan jemaah lansia yang sempat viral sebagai ikon layanan Makkah Route. Ia menjalani hidup seorang diri selama bertahun-tahun setelah berpisah dengan suaminya. Setiap hari, ia mengurus sawah kecil miliknya dan bekerja di kebun tetangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Rutinitas itu dijalaninya tanpa banyak berubah selama bertahun-tahun. Seusai salat subuh, Jumairah memberi makan ayam peliharaannya, membersihkan rumah, lalu memasak sendiri sebelum berjalan menuju kebun dan sawah. Di kebun tetangga, ia merawat tanaman ubi. Setelah itu, ia melanjutkan pekerjaan di sawah miliknya yang berada tidak jauh dari rumah. “Saya tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri,” kata Jumairah.
Menabung di Ember Selama 20 Tahun
Keinginan berhaji mulai ia perjuangkan sekitar 20 tahun lalu. Dari penghasilan yang tidak besar, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit dan menyimpannya di dalam ember. “Saya kumpul uang sedikit-sedikit di ember,” ujarnya. Ketika tabungannya mencapai Rp 25 juta, Jumairah mendaftarkan diri berhaji pada 2011 dengan bantuan kerabat jauhnya. Ia mengaku tidak pernah sekolah sehingga tidak bisa membaca maupun menulis. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah. Ia tetap bekerja dan menabung untuk melunasi biaya hajinya. “Kalau saya dapat Rp 110 ribu, saya simpan Rp 50 ribu,” katanya.
Setelah menunggu lebih dari satu dekade, Jumairah akhirnya tiba di Makkah tahun ini. Perjalanan panjang yang ia jalani seorang diri terasa lunas ketika untuk pertama kalinya ia melihat Ka’bah di depan matanya sendiri. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang ketekunan dan kesabaran dalam meraih impian.



