Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura Tewaskan ABK WNI, 271 Penumpang Dievakuasi
Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura Tewaskan ABK WNI

Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura Tewaskan ABK WNI, 271 Penumpang Dievakuasi

Sebuah insiden kebakaran tragis terjadi di kapal pesiar World Legacy yang berlabuh di perairan Singapura pada Jumat (20/2/2026) pagi waktu setempat. Peristiwa ini mengakibatkan satu anak buah kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura telah mengonfirmasi bahwa kobaran api berhasil dipadamkan, namun investigasi penyebab kebakaran masih terus berlangsung.

Evakuasi Massal dan Kondisi Penumpang

Total sebanyak 271 penumpang yang berada di dalam kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dalam operasi penyelamatan yang dilakukan oleh otoritas setempat. Meskipun tidak ada laporan cedera lain di antara awak kapal atau penumpang, empat orang penumpang telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatan mereka. Jenis cedera atau keluhan yang dialami keempat penumpang tersebut belum diungkap secara detail oleh pihak berwenang.

Kapal pesiar yang terdaftar di Liberia ini biasanya berlabuh di Singapura setiap hari Jumat sebelum kembali ke tempat berlabuhnya. World Legacy dikenal sebagai destinasi gaya hidup terapung yang menawarkan paket perjalanan singkat dari Singapura dan Malaysia, dengan fasilitas lengkap bagi para penumpang yang dapat tinggal selama beberapa jam hingga tiga hari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lokasi Kebakaran dan Respons Otoritas

Investigasi awal menunjukkan bahwa sumber kebakaran berasal dari area lounge yang terletak di dek kesembilan kapal. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura menyatakan bahwa kapal saat ini dalam kondisi stabil dan telah berlabuh di Raffles Reserved Anchorage di Singapura. Jenazah ABK WNI yang menjadi korban tewas telah dipindahkan ke darat untuk proses lebih lanjut.

Perusahaan operator kapal, World Cruises yang berbasis di Singapura, belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait insiden ini. Kapal tersebut sebelumnya berlabuh di lepas pantai Singapura dan Malaysia, melayani perjalanan feri singkat bagi penumpang yang ingin menikmati fasilitas hiburan dan akomodasi di atas kapal.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Insiden kebakaran ini menyoroti pentingnya keselamatan maritim dan protokol evakuasi dalam industri kapal pesiar. Otoritas Singapura menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan keselamatan semua penumpang dan awak kapal, serta melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi akar penyebab kebakaran. Langkah-langkah pencegahan dan penanganan darurat akan dievaluasi untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Keluarga korban ABK WNI diharapkan dapat segera mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait proses repatriasi dan bantuan yang diperlukan. Sementara itu, para penumpang yang dievakuasi telah mendapatkan penanganan medis dan dukungan psikologis sesuai kebutuhan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga