BI dan Pemprov DKI Pacu Ekonomi Kreatif Lewat Festival Film Pemuda Jakarta
Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara aktif mendorong pengembangan industri film sebagai motor baru ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF). Festival yang telah digelar sejak tahun 2025 ini terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam ekosistem perfilman nasional.
Wadah Edukasi dan Kolaborasi bagi Generasi Muda
Melalui JYFF, Bank Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan yang mencakup pemutaran film pendek serta diskusi interaktif bersama pelaku industri film ternama. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus ruang kolaborasi yang inklusif bagi pelajar, mahasiswa, dan peminat film dari berbagai latar belakang.
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa JYFF merupakan momentum strategis untuk memperkuat industri film sekaligus mendorong peran generasi muda. "Kegiatan ini juga merupakan momentum yang strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dalam mendorong peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Jakarta," kata Iwan dalam perayaan Hari Film Nasional di Ruang Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat.
Potensi Besar Ekonomi Kreatif Jakarta
Iwan lebih lanjut menjelaskan bahwa potensi ekonomi kreatif di Jakarta sangat besar, terutama dengan dominasi penduduk usia muda yang mencapai lebih dari 50 persen. "Ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja yang sangat positif. Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa industri film memiliki dampak multiplier effect yang luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung. "Industri film sendiri tidak diragukan lagi memiliki multiplier effect yang sangat luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti pariwisata, kuliner, transportasi, fashion, dan film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global," jelas Iwan dengan penuh keyakinan.
Apresiasi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Bank Indonesia yang mulai memberi perhatian serius pada industri film. "Luar biasa. Saya sangat apresiasi kepada BI. Ini semakin serius," kata Rano dengan antusias.
Pemeran terkenal dalam serial Si Doel Anak Sekolahan ini menilai keterlibatan Bank Indonesia menjadi hal baru yang signifikan. "Seumur hidup saya di dunia film, tidak ada satu perbankan pun yang bersedia membiayai film. Karena dianggap film mempunyai risiko yang lebih besar," ujarnya mengungkapkan realitas yang selama ini dihadapi.
Pertumbuhan Signifikan Pasar Film Indonesia
Meskipun menghadapi tantangan pembiayaan, Rano Karno optimis dengan potensi pasar film Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang, dengan mayoritas didominasi film nasional.
"Film Indonesia 85 persen, kira-kira 80 juta. Artinya film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," kata Rano dengan bangga. Data ini menunjukkan bahwa industri film nasional memiliki basis penonton yang kuat dan terus berkembang.
Dukungan Kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan komprehensif dari sisi kebijakan untuk memperkuat ekosistem perfilman di ibu kota. Dukungan ini mencakup:
- Fasilitasi ruang kreatif bagi sineas muda
- Pengembangan infrastruktur pendukung industri film
- Kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan
- Promosi film Indonesia di pasar global
Kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta melalui JYFF ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perfilman yang lebih sehat dan berkelanjutan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun ekonomi kreatif berbasis film yang kompetitif di tingkat regional maupun global.



