Psikologi di Balik Fenomena 'Haus Pujian' dalam Kehidupan dan Media Sosial
Fenomena 'Haus Pujian' Menurut Psikologi

Pernahkah Anda menjumpai seseorang yang tampak selalu membutuhkan pujian atau pengakuan dari orang lain, baik dalam percakapan sehari-hari maupun melalui unggahan di media sosial? Individu seperti ini sering kali terlihat haus akan validasi eksternal, di mana mereka ingin terus-menerus dilihat, didengar, dan diakui keberadaannya oleh lingkungan sekitar.

Mengapa Beberapa Orang Menjadi 'Haus Pujian'?

Dari perspektif psikologi, fenomena ini dapat dijelaskan sebagai kebutuhan akan validasi eksternal yang berlebihan. Psikolog Danti Wulan mengungkapkan bahwa pada dasarnya, setiap manusia memang menyukai apresiasi dan pengakuan. Namun, pada beberapa individu, pujian dari orang lain menjadi sumber utama atau bahkan satu-satunya cara untuk merasa memiliki nilai dan makna.

Penjelasan Psikolog Danti Wulan

Dalam wawancara dengan media pada Jumat, 20 Februari 2026, Danti menyatakan, "Individu yang 'haus' pujian biasanya menjadikan pengakuan orang lain sebagai bahan bakar utama untuk merasa bernilai." Hal ini menunjukkan bahwa bagi mereka, validasi eksternal berperan penting dalam membangun harga diri dan identitas diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai konteks, mulai dari interaksi tatap muka hingga aktivitas di platform media sosial, di mana likes, komentar, dan shares sering kali dijadikan tolok ukur keberhasilan atau penerimaan sosial. Tanpa pujian atau pengakuan tersebut, individu-individu ini mungkin merasa kurang percaya diri atau bahkan kehilangan arah.

Psikologi mencatat bahwa kebutuhan berlebihan akan validasi eksternal ini bisa berkaitan dengan faktor-faktor seperti:

  • Pengalaman masa lalu yang membentuk pola pikir tentang harga diri.
  • Lingkungan sosial yang terlalu menekankan pada penilaian orang lain.
  • Kurangnya pengembangan sumber validasi internal, seperti pencapaian pribadi atau nilai-nilai intrinsik.

Memahami fenomena ini penting untuk mengembangkan empati dan pendekatan yang lebih baik dalam berinteraksi dengan orang-orang yang mungkin menunjukkan tanda-tanda 'haus pujian'. Dengan demikian, kita dapat mendukung mereka untuk membangun kepercayaan diri yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga