Kepala lokomotif kereta api jarak jauh yang sebelumnya tersangkut di gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur akhirnya berhasil dilepaskan. Proses pemisahan ini menandai berakhirnya evakuasi yang berlangsung selama lebih dari delapan jam. Pantauan terkini menunjukkan lokomotif dan gerbong belakang KRL kini sudah terpisah.
Proses Evakuasi yang Panjang dan Hati-hati
Petugas dari Basarnas bekerja keras sejak pagi untuk menarik lokomotif yang 'tertancap' di gerbong belakang KRL. Upaya ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi kereta yang rusak parah. Setelah beberapa jam, akhirnya lokomotif berhasil dipisahkan. Saat ini, area sekitar lokasi evakuasi masih steril untuk memastikan keamanan.
Bagian atas lokomotif tampak penyok parah, dan serpihan puing dari KRL masih tersisa di atap lokomotif. Kerusakan ini menunjukkan betapa kerasnya benturan yang terjadi.
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Insiden kecelakaan kereta ini mengakibatkan tujuh penumpang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit terdekat. Informasi ini disampaikan oleh petugas di lokasi kejadian.
“Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang,” ungkapnya.
Proses evakuasi yang memakan waktu hampir delapan jam dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari korban tambahan. “Evakuasi ini terus terang cukup lama selama kurang 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali,” tuturnya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan rekaman video yang diterima, suasana di Stasiun Bekasi Timur sangat mencekam. Penumpang saling bahu-membahu melakukan evakuasi di area peron. Banyak penumpang tergeletak lemas atau terduduk dalam kondisi syok akibat benturan keras. Sejumlah orang mengalami luka di kepala dan berusaha memberikan pertolongan pertama secara mandiri.
Rangkaian KRL yang tertabrak masih tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong padam total. Kerusakan parah terlihat pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line yang ringsek setelah dihantam oleh kereta jarak jauh. Di dalam gerbong yang gelap gulita, kepanikan pecah saat penumpang masih terjebak. Teriakan histeris terdengar jelas, sementara beberapa orang berusaha mencari jalan keluar di tengah kondisi mati lampu.



