Tukang Bakso di Tasikmalaya dan Pembelinya Saling Lapor ke Polisi
Tukang Bakso dan Pembeli di Tasik Saling Lapor Polisi

Insiden Kekerasan Berujung Saling Laporan di Tasikmalaya

Seorang tukang bakso di Tasikmalaya, Jawa Barat, kini terlibat dalam kasus saling lapor dengan seorang pembelinya. Kedua pihak telah melaporkan satu sama lain ke kepolisian, dengan tuduhan yang berbeda namun saling berkaitan. Tukang bakso berinisial S (48 tahun) melaporkan pembeli berinisial E (23 tahun) atas dugaan penganiayaan dan penculikan, sementara E melaporkan S atas dugaan pelecehan seksual.

Kronologi Awal Insiden Kekerasan

Peristiwa ini bermula pada Minggu (19/4/2026) di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya. Saat itu, S bersama keponakannya, F (20 tahun), diserang oleh sekelompok pria. S mengalami pemukulan sebelum kemudian diculik dan dibawa paksa dari lokasi kejadian. Aparat kepolisian berhasil menemukan keduanya dalam kondisi selamat menjelang tengah malam hari yang sama.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menjelaskan situasi terkini: "Jadi dua-duanya sudah membuat laporan polisi, saling lapor. Yang merasa dicabuli sudah laporan, yang merasa dianiaya sudah laporan. Ini tinggal bukti yang kuat yang mana. Kita terima laporan keduanya."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dua Sisi Tuduhan yang Berbeda

Dari sisi pembeli E, yang merupakan warga Cipedes, tuduhan pelecehan seksual muncul dengan klaim bahwa S menyentuh bagian sensitif tubuhnya melalui lubang pada papan sekat di kios bakso. Sementara dari sisi S, tuduhan penganiayaan dan penculikan mengacu pada insiden kekerasan yang dialaminya bersama keponakan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi berbeda. Dugaan pelecehan seksual disebut terjadi di kios bakso milik S, sedangkan dugaan penganiayaan dan penculikan berlangsung di area kios tersebut dan berlanjut hingga ke rumah E di wilayah Kecamatan Cipedes.

Proses Penyidikan yang Masih Berlangsung

Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kedua laporan tersebut secara profesional dan berimbang. Saat ini, proses penyelidikan masih terus bergulir dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

"Yang pasti kita tangani secara profesional. Kami lakukan dulu pendalaman, dan ini lagi periksa saksi-saksi," tegas Herman Saputra.

Dalam perkembangan awal penyelidikan, polisi menyatakan belum menemukan bukti kuat terkait dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh E. Namun, penyelidikan terhadap kedua laporan masih terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik insiden yang telah menarik perhatian publik ini.

Kasus ini menjadi contoh kompleksnya penyelesaian konflik di tingkat masyarakat yang melibatkan tuduhan timbal balik dengan konsekuensi hukum yang serius. Masyarakat setempat kini menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib untuk menentukan pihak mana yang memiliki bukti lebih kuat dalam kasus saling lapor ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga