Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga, yang akrab disapa Bro Ron, menjadi korban pemukulan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Insiden ini terjadi saat Bro Ron mendampingi sejumlah karyawan perusahaan dalam mediasi terkait pembayaran gaji yang tertunda.
Viral di Media Sosial
Peristiwa pemukulan terhadap Bro Ron viral setelah diunggah oleh politikus Partai NasDem, Sahroni, melalui akun Instagram pribadinya. Dalam rekaman video yang beredar, sebelum Bro Ron dipukul, terlihat seorang pria berbaju krem sedang berbincang dengan anggota Babinsa. Tidak lama kemudian, seorang pria berbaju hitam tiba-tiba muncul dan memukul wajah Ronald hingga ia terpental. Pasca-pemukulan, keributan semakin memanas, namun petugas di lokasi bersama sejumlah orang berhasil melerai.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 4 Mei, pukul 16.22 WIB. Awalnya, Ronald datang bersama 15 karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi ke kantor hukum MPP terkait gaji yang belum dibayarkan. Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP, Polsek Metro Menteng menginisiasi mediasi di kantor polsek setempat.
Erlyn menambahkan bahwa audiensi awalnya berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan petugas. Namun, tiba-tiba muncul sekelompok orang tidak dikenal yang melakukan intimidasi dan menghalangi proses audiensi tanpa alasan jelas. Akibatnya, situasi menjadi panas dan terjadi percekcokan hingga Ronald menerima pukulan dari kelompok tersebut. Petugas kemudian melerai dan mengamankan korban serta terlapor untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku Diamankan
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi bahwa pelaku pemukulan bersama satu pihak lain yang terlibat pertikaian telah diamankan. Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Menteng. "Sudah, terduga pelaku sudah saya amankan. Iya (korban Waketum PSI Ronald A Sinaga)," ujar Braiel pada Selasa, 5 Mei.
Pernyataan Bro Ron
Dalam keterangan terpisah, Ronald menjelaskan bahwa ia ikut serta dalam audiensi karena pihak MPP yang ingin ditemui karyawan PT SKS adalah teman lamanya. Namun, ia tidak menyangka akan menjadi korban pemukulan oleh orang yang mengaku sebagai petugas keamanan kantor MPP. "Mereka bilang mereka di situ sebagai pengamanan kantor dan meminta semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja. Cek-cok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video," tutur Ronald.



