Anak Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Ayahnya Jadi Kepala Dinas LH
Ahmad Dzulfikar Nurrahman, anak kandung Bupati Malang HM Sanusi, akhirnya angkat bicara menyusul kontroversi pelantikannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Dalam pernyataannya yang dirilis pada Sabtu (18/4/2026), Dzulfikar secara terbuka meminta maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat terkait penunjukannya tersebut.
Memahami Keraguan Publik
Dzulfikar mengaku sepenuhnya memahami keraguan dan pertanyaan yang muncul dari publik mengenai kapasitasnya dalam menjabat posisi strategis tersebut. "Tentu saya memahami kalau publik mempertanyakan kualitas pejabat publik selaku pelayan masyarakat," ujarnya dengan nada serius. Ia menegaskan bahwa dirinya akan membuktikan komitmen melalui kinerja nyata, bukan sekadar janji.
Penegasan Proses Hukum dan Legalitas
Di tengah sorotan yang kian panas, Dzulfikar dengan tegas menyatakan bahwa proses pengangkatannya telah melalui jalur hukum yang sah dan sesuai prosedur. "Saya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun, kecuali dengan kinerja. Prosesnya silakan dilihat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malang. Semua tahapan sudah saya ikuti sesuai prosedur," tegasnya. Ia bahkan mempersilakan pihak mana pun untuk menelusuri dan memverifikasi keabsahan seluruh tahapan seleksi yang dilaluinya.
Fokus pada Amanah dan Perubahan
Menurut Dzulfikar, fokus utamanya saat ini adalah menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan membawa perubahan positif bagi lingkungan di Kabupaten Malang. Ia berjanji untuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan visi tersebut. "Tak ada prosedur yang dilompati saat pelantikan saya. Saya siap diuji melalui hasil kerja, bukan sekadar wacana," imbuhnya.
Respons dari Berbagai Pihak
Pelantikan ini sebelumnya telah memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk partai politik. PDIP, misalnya, telah membuka suara terkait kasus ini, meski detail responsnya belum sepenuhnya diungkap ke publik. Kontroversi ini menyoroti praktik birokrasi dan nepotisme di tingkat daerah, yang kerap menjadi perdebatan hangat dalam ranah politik lokal.
Dzulfikar berharap bahwa dengan kinerja yang baik, ia dapat menjawab segala keraguan yang ada. "Saya berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat Malang dan menjaga kelestarian lingkungan. Mohon dukungan dan doanya," tutupnya.



