Trump Klaim AS Sita Kapal Kargo Iran yang Langgar Blokade di Selat Hormuz
AS Sita Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz, Klaim Trump

Presiden AS Umumkan Penyitaan Kapal Kargo Iran di Perairan Strategis

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa militer AS telah melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berupaya menembus blokade angkatan laut yang diterapkan di sekitar Selat Hormuz. Pernyataan resmi ini disampaikan melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu, 19 April 2026, menandai eskalasi ketegangan di kawasan yang kaya minyak tersebut.

Kapal Touska Diperingatkan Sebelum Akhirnya Disita

Dalam postingannya di platform Truth Social, Trump menjelaskan bahwa kapal bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat yang setara dengan kapal induk, telah diperingatkan oleh kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS yang beroperasi di Teluk Oman. Namun, awak kapal tersebut diduga menolak untuk mendengarkan perintah agar berhenti, sehingga memicu tindakan penyitaan oleh pihak AS.

"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA mencoba melewati blokade angkatan laut kita, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka," tulis Trump dalam unggahannya, seperti dilaporkan oleh BBC pada hari yang sama. Unggahan ini menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah kapal Touska menghiraukan peringatan berulang dari kapal perang AS.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Blokade di Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Ketegangan

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan ini. Blokade angkatan laut yang diterapkan AS di area tersebut telah menjadi sumber ketegangan berkepanjangan antara Washington dan Tehran, terutama dalam konteks sanksi ekonomi dan konflik geopolitik yang lebih luas.

Insiden penyitaan kapal Touska ini diperkirakan akan memperburuk hubungan bilateral antara kedua negara, dengan Iran kemungkinan akan mengeluarkan protes resmi atas tindakan AS. Analis menilai bahwa langkah ini dapat memicu respons militer atau diplomatik lebih lanjut dari Iran, yang selama ini menentang keberadaan militer AS di kawasan tersebut.

Pernyataan Trump juga menyoroti peran media sosial sebagai alat komunikasi langsung untuk mengumumkan kebijakan keamanan nasional, sebuah tren yang semakin umum dalam politik global. Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa di masa lalu, di mana kapal-kapal Iran sering menjadi target operasi militer AS di perairan internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga