Biaya Paspor Rp 650.000 Hangus Jika Gagal Wawancara, Warganet Mengeluh
Biaya Paspor Rp 650.000 Hangus Jika Gagal Wawancara

Biaya Paspor Rp 650.000 Hangus Jika Gagal Wawancara, Warganet Mengeluh

Lini masa media sosial X sedang ramai membahas isu terkait biaya pembuatan paspor sebesar Rp 650.000 yang dikabarkan hangus jika pemohon gagal dalam tahap wawancara. Perbincangan ini memicu perhatian publik setelah munculnya aduan dari seorang warganet melalui akun menfess @tanyakanrl pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kisah Pilu Warganet yang Gagal Wawancara

Dalam aduannya, warganet tersebut mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam. "Mau nangis baru aja gagal wawancara bikin paspor dan 650k hilang gitu doang, padahal sekeluarga barengan bikin tujuan buat berobat ke Penang," tulisnya. Ungkapan ini menggambarkan betapa besar harapan yang pupus akibat kegagalan dalam proses wawancara tersebut.

Lebih lanjut, pengunggah juga bercerita tentang kondisi pribadinya yang sedang tidak bekerja selama dua tahun terakhir. Hal ini dikarenakan ia harus merawat sang ibu yang sakit, sehingga situasi keuangan keluarga menjadi semakin sulit. Kehilangan biaya paspor sebesar Rp 650.000 tanpa hasil yang diharapkan tentu menjadi beban tambahan yang tidak ringan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Pembuatan Paspor dan Tahap Wawancara

Pembuatan paspor di Indonesia umumnya melibatkan beberapa tahapan, termasuk pendaftaran, pembayaran biaya, pengambilan foto dan sidik jari, serta wawancara. Tahap wawancara seringkali menjadi momen kritis dimana petugas imigrasi mengevaluasi kelayakan pemohon berdasarkan dokumen dan alasan perjalanan.

Jika pemohon gagal dalam wawancara, biaya yang telah dibayarkan biasanya tidak dapat dikembalikan. Kebijakan ini telah lama diterapkan, namun baru-baru ini menjadi sorotan setelah aduan warganet viral di media sosial.

Respons dan Dampak dari Viralnya Isu Ini

Diskusi di media sosial X telah menarik berbagai tanggapan dari netizen lainnya. Banyak yang menyatakan simpati terhadap kondisi warganet tersebut, sementara yang lain mengkritik kebijakan biaya yang hangus tersebut sebagai tidak adil, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Isu ini juga mengingatkan pentingnya persiapan matang sebelum mengajukan pembuatan paspor, termasuk memahami prosedur dan memastikan kelengkapan dokumen. Namun, bagi mereka yang berada dalam situasi darurat seperti berobat, kegagalan dalam wawancara bisa menjadi hambatan serius.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait aduan ini. Namun, viralnya isu tersebut diharapkan dapat mendorong evaluasi lebih lanjut terhadap kebijakan biaya paspor, khususnya dalam kasus-kasus kemanusiaan seperti berobat ke luar negeri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga