Macan Tutul Dewasa Terjerat Jebakan Babi di Kawasan Puncak Bogor
Seekor macan tutul dewasa berhasil dievakuasi setelah terjerat jebakan atau perangkap yang diduga dipasang oleh pemburu babi di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kejadian ini terjadi di dekat permukiman warga, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan satwa langka tersebut.
Evakuasi Dilakukan dengan Prosedur Ketat oleh Tim Medis
Anggota polisi kehutanan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Dani Hamdani, menjelaskan bahwa macan tutul tersebut terjerat sling atau jebakan babi. "Kita belum tahu siapa yang pasangnya. Biasanya kan suka ada pemburu yang pakai anjing pemburu itu, kemungkinan juga atau diduga makanan di dalam hutan sudah habis, jadi dia turun itu," ujar Dani pada Jumat (3/4/2026).
Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Tim medis dari Taman Safari Indonesia (TSI) turut serta dalam proses ini untuk memastikan penggunaan obat bius yang tepat sesuai berat badan macan tutul. "Kita kan nggak bisa sembarangan pakai obat bius, karena kan harus disesuaikan beratnya (macan tutul) berapa, dosisnya juga nggak boleh lebih," imbuh Dani.
Proses Penemuan dan Perawatan Sebelum Dilepasliarkan
Macan tutul ditemukan oleh warga dalam kondisi terjerat di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, sekitar pukul 08.30 WIB. Lokasi penemuan ini tidak jauh dari GOR bulut, menunjukkan kedekatan dengan area permukiman penduduk.
Setelah dievakuasi, satwa langka tersebut dibawa ke lembaga konservasi di Taman Safari untuk mendapatkan perawatan intensif. "Kita lakukan perawatan, mungkin satu atau dua hari. Kalau kondisinya baik, kita lepasliarkan lagi ke habitatnya," kata Dani menegaskan komitmen untuk mengembalikan macan tutul ke alam bebas.
Faktor Penyebab dan Implikasi Konservasi
Insiden ini mengindikasikan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan macan tutul turun ke area permukiman:
- Ketersediaan makanan di dalam hutan yang semakin berkurang
- Aktivitas perburuan liar yang menggunakan jebakan tidak selektif
- Perambahan habitat alami satwa liar
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya peran BKSDA dalam melindungi satwa langka dari ancaman aktivitas manusia. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan keberadaan satwa liar yang mendekati permukiman kepada pihak berwenang.



