Lansia Penjala Ikan di Sungai Ciliwung Bogor Ditemukan Tewas, Leher Terlilit Jala
Lansia Penjala Ikan di Sungai Ciliwung Tewas, Leher Terlilit Jala

Lansia Penjala Ikan di Sungai Ciliwung Bogor Ditemukan Tewas, Leher Terlilit Jala

Seorang pria lanjut usia berinisial US (77) yang dilaporkan hilang saat menjala ikan di bantaran Sungai Ciliwung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, setelah pencarian yang dilakukan sejak akhir pekan lalu.

Korban Ditemukan dengan Kondisi Mengenaskan

Menurut keterangan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, jenazah korban ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan. "Korban ditemukan dengan jarak 21 km dari lokasi awal hilang, dalam posisi badan terlentang dan leher terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung," jelas Adam. Ia menambahkan bahwa situasi ini menandai akhir dari operasi pencarian yang melibatkan berbagai pihak.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit PMI di Kota Bogor untuk proses pemulasaraan lebih lanjut. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat, yang telah berharap-harap cemas sejak korban pertama kali dilaporkan hilang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian Hilangnya Korban

Korban, seorang warga Desa Cilebut Timur, dilaporkan hilang pada hari Jumat (10/4/2026) saat sedang menjala ikan di Sungai Ciliwung. Sebelum berangkat, ia sempat berpamitan dengan istri dan tetangganya. "Setelah ditunggu sampai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB, korban belum pulang ke rumah," ungkap Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, dalam pernyataannya pada Sabtu (11/4).

Kekhawatiran semakin meningkat ketika korban tidak kunjung kembali hingga pagi hari berikutnya. Keluarga dan warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas SAR gabungan untuk memulai pencarian. Seorang saksi, penjual mi ayam, mengaku melihat korban sebelum air sungai mengalami kenaikan debit. "Setelah air Sungai Ciliwung debitnya naik, saksi sudah tidak melihat lagi," pungkas Yudi, menunjukkan bahwa kondisi sungai mungkin menjadi faktor dalam insiden ini.

Operasi Pencarian dan Temuan Akhir

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk BPBD dan Damkar, melakukan pencarian intensif di sepanjang Sungai Ciliwung. Pencarian berfokus pada area bantaran sungai dan sekitarnya, mengingat korban terakhir kali terlihat sedang beraktivitas di lokasi tersebut. Setelah beberapa hari, upaya ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jenazah korban pada Rabu siang.

Insiden ini mengingatkan akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi alam, terutama saat debit air tidak stabil. Pihak berwenang juga menekankan perlunya koordinasi yang baik dalam pelaporan kejadian serupa untuk mempercepat respons darurat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga