Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengonfirmasi bahwa tiga orang meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Proses evakuasi masih berlangsung dengan pemotongan badan gerbong.
Evakuasi Korban
"Ya, sedang dipotong badan gerbong ini oleh Basarnas," ujar Asep Edi di lokasi kejadian pada Senin (27/4/2026). Ia menambahkan bahwa masih ada sekitar tujuh penumpang yang terjepit di dalam gerbong. Sebagian besar korban merupakan penumpang KRL.
"Yang penting ini utamanya adalah pertolongan kepada para korban," katanya. "Sementara (korban) paling besar KRL," tambahnya.
KAI Buka Suara
KAI angkat bicara terkait kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa KRL yang ditabrak sedang berhenti setelah sebelumnya tertemper taksi.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Franoto Wibowo saat dihubungi pada Senin (27/4/2026).
Setelah itu, laju KRL pun terhenti. Franoto menyebut KRL itu lalu tertabrak oleh KA Argo Bromo. "KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.
Proses evakuasi terus dilakukan hingga tengah malam untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditangani.



