Pria Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung Kabur Saat Hendak Ditangkap Polisi
Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung Kabur dari Polisi

Polisi memburu seorang pria berinisial TH, terduga pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap pacarnya sendiri, YTR (29), selama tiga tahun di Bandung, Jawa Barat. Upaya penangkapan yang dilakukan petugas gagal karena TH berhasil meloloskan diri saat hendak diciduk.

Pelaku Kabur saat Penggerebekan

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa tersangka terus berpindah-pindah tempat. "Memang dari beberapa hasil mapping kita ini, tersangka berpindah-pindah. Dan hampir beberapa waktu kita gerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri," katanya kepada detikJabar pada Senin, 22 Juni 2026.

Hingga saat ini, polisi belum merinci keberadaan pelaku. Namun, Hendra memastikan penyidik Polda Jabar terus memburu TH agar ia dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Untuk proses penyidikan ini tidak bisa kami sampaikan dulu ya, kita rahasiakan dulu. Ini untuk kepentingan keselamatan dan juga proses penyidikan," pungkasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Ditemukan dalam Kondisi Kritis

YTR diketahui ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Keluarga mendapat pesan dari pengirim misterius yang memberitahu bahwa korban sedang dalam perawatan. Peristiwa ini terungkap setelah keluarga mencari YTR yang lama tidak terdengar kabar.

Korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan berat selama tiga tahun oleh kekasihnya. Polisi masih mendalami motif dan kronologi kejadian. Kasus ini menjadi perhatian publik karena kekerasan dalam rumah tangga yang berkepanjangan.

Polda Jabar Buru Pelaku

Polda Jawa Barat terus melakukan pencarian terhadap TH. Masyarakat diimbau untuk waspada dan melaporkan jika mengetahui keberadaan tersangka. Polisi juga mengimbau korban kekerasan agar segera melapor ke pihak berwenang.

"Kami akan terus berupaya menangkap pelaku dan membawa ke pengadilan. Kami juga memberikan dukungan pemulihan bagi korban," ujar Kombes Hendra.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga